Beranda blog Halaman 2

Kita Akan Bertemu di Jannah-Nya, Aamiin ❤️

0

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ ﴿٧٣﴾ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿٧٤

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb-nya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu.

Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki.”; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.”

(Az-Zumar: 73-74)

Kita akan berkumpul kembali di Jannah-Nya ya Mama, di mana sebaik-baik tempat yang tidak ada lagi kesakitan, kesedihan, keburukan, kedzaliman dan hanya kebahagiaan serta mendapatkan kenikmatan tertinggi bersama-sama bisa melihat wajah Allah.

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، وَمَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِمَّا تَعَوَّذَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَمَا قَضَيْتَ لِيْ مِنْ قَضَاءٍ فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رُشْدًا.
(رواه الحاكم، وصححه الألباني)


“Ya Allah, aku meminta seluruh kebaikan, baik yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung dari seluruh keburukan, yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.

Dan aku meminta surga dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung dari neraka dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan.

Dan aku meminta segala sesuatu yang diminta oleh Nabi Muhammad-shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan berlindung dari segala yang diminta perlindungannya oleh Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Dan apapun yang Engkau takdirkan untukku, maka jadikanlah kebaikan pada akhirnya.”

Aamiin Yaa Rabb Yaa Mujiibassaailiin.

Mengungkap Dugaan Malpraktik Korupsi dan Pasien di RSUD Tarakan, Kaltara

0

IEN.com-Jakarta, KasusPelantaran dan kelalaian serta layanan buruk mengenai pemberian isi rekam medis pasien pihak dari pengacara sekaligus anak dari almarhum, Mukhlis Ramlan, SH, SE, memaparkan bahwa, dugaan berlapis yaitu malpraktik, pelantaran dan kelalaian serta layanan buruk mengenai pemberian isi rekam medis pasien dugaan berlapis yaitu malpraktik.

Mukhlis Ramlan menjelaskan, ibundanya yang mengalami kondisi kritis akibat sakit jantung, justru ditempatkan bersama orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di RSUD Tarakan.

Pengakuan tersebut juga memang diakui oleh Dirut RSUD Tarakan, Hasbi. Bahwa memang benar ada pasien yang tidak gangguan jiwa disatukan (ruangan) dengan orang gangguan jiwa,” kata Mukhlis Ramlan saat ditemui awak media di Jakarta Pusat, Kamis sore, (4/3/2021).

Lanjutnya, kalau memang ini SOP, selama ini tidak pernah mendengar prosedur tersebut ada di seluruh Indonesia.”
inimerupakan bentuk penganiyaan luar biasa, serta kelalaian, yang menyebabkan hilangnya nyawa ibu saya, baik yang dilakukan perawat rumah sakit maupun dokter,” ungkap Mukhlis.

Adapun kelalaian lainnya yaitu maladminstrasi terkait layanan isi dari rekam medis yang dikeluarkan pihak RSUD Tarakan.

Ibunda Mukhlis masuk ke RSUD Tarakan pada tanggal 8 Januari 2021, yang  serangan jantung. Setelah mejalani perawatan di ruangan ODGJ, ibunda dinyatakan meninggal karena Covid-19 oleh rumah sakit pada 22 Desember 2020.”

Ini bentuk kejahatan luar biasa. Kalau begini semua rakyat Indonesia yang berada di rumah sakit daerah, maka kuat dugaan saya bahwa mereka memanfaatkan isu covid untuk mendapatkan keuntungan,” tegas Mukhlis.

Mukhlis berharap, dari pihak kepolisian segera bergerak dan turun, agar tidak ada satupun rakyat yang terzolimi menjadi korban atas mafia dibalik kedok dunia kesehatan. “dan kita maunya semua berjalan sesuai aturan, transparan kemudian bisa dipertanggung jawabkan. Tidak boleh satupun ada anak Indonesia yang diperlakukan seperti itu, cukuplah sampai ibu kami,” jelasnya.

Sukrie Amien SH, MBA salah satu pengacara keluarga mengatakan, “bahwa selama ini pihak rumah sakit belum memberikan isi rekaman medis”.

” Karena menurut kami sebagai orang biasa yang tidak mengerti tentang ilmu kesehatan, paling tidak bahwa untuk menentukan seseorang itu covid atau tidak harusnya pihak rumah sakit mengambil sampel virus atau bakteri yang ada ditubuh pasien tersebut. Kemudian eksosom dari tubuh pasien tersebut dan kalau mereka melakukan pemurnian lakukanlah, sehingga anilisa lab tepat untuk menentukan apakah pasien tersebut terkena virus covid atau tidak,” tuturnya.Ia pun menekankan, meminta keadilan  (pihak kepolisian) agar dapat membongkar hal kasus semacam ini.Mengenai permasalahan ini Tokoh Muda Islam, Habib Maulana Al Haddad, juga angkat bicara.“Kalau melihat kronologis yang di alami bunda ( Pak Muchlis) yang terjadi di Tarakan , Kalimantan Utara. Ini sesuatu perbuatan yang sangat biadab sekali. Karena pihak rumah sakit hanya mementingkan bisnis dari pada sosialnya,” ungkapnya.“Ini sangat tidak manusiawi, dan tidak menghargai nyawa manusia. Seharusnya pemerintah melihat dengan kondisi seperti ini (melakukan tindakan) terhadap rumah sakit. Harus segera di tindak lanjuti karena ini juga menyangkut pidana menghilangkan nyawa orang,” ungkapnya.(Red).

Ibu Sakit Jantung dan Kritis ditempatkan satu ruangan dengan ODSJ

0
Penulis: Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor, Editor: Khairina


TARAKAN
, KOMPAS.com
 – Seorang pengacara dari Kota  Tarakan, Kalimantan Utara, Mukhlis Ramlan melaporkan RSUD Tarakan dengan dugaan penelantaran, malpraktik, dan kelalaian.

Mukhlis Ramlan saat dihubungi, menuturkan ia akan mengawal laporan tersebut sampai tuntas.

Dia tidak terima, ibundanya, Megawati binti Muhammad Saleh (63) yang kritis dan butuh perawatan khusus akibat  sakit jantung, justru ditempatkan bersama orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ) di RSUD Tarakan.

‘’Orang sakit jantung dikunci  satu ruangan dengan ODGJ, suhu AC dikasih di 16 derajat, remotenya dibawa perawat dan digembok dari luar, ini pelayanan apa?’’ujarnya emosional, Minggu (31/1/2021).

Saat dilarikan ke RSUD Tarakan 8 Januari 2021, ibunda Mukhlis mengalami serangan jantung, perawatan medis sempat dilakukan dokter.

Namun entah mengapa, keeseokan harinya, tiba tiba manajemen RSUD Tarakan memindahkannya ke bangsal Tulip yang ditempati seorang ODGJ perempuan.

Lebih mengejutkan, RSUD Tarakan memberitahukan bahwa ibundanya terpapar Covid-19 sehingga keluarga harus menjaga jarak dan mempercayakan sepenuhnya kepada tenaga medis.

‘’Sampai sekarang saya minta surat keterangan Covid-19, RSUD tidak kasih, itu sudah janggal, terus secara logika, apa iya tiba-tiba gila sampai ditempatkan bersama ODGJ? Rekam medis di RSUD Pertamedika atau RS Angkatan Laut Tarakan, tempat biasa ibu check up, jelas menyatakan sakit jantung,’’katanya.

Disiram air mineral oleh ODGJ

Saat ditempatkan di bangsal Tulip bersama ODGJ, keluarga hanya bisa melihat kondisi ibunda Mukhlis melalui layar monitor.

Terlihat kondisi lemah sang ibu yang hanya mampu melambaikan tangan dan pandangan sayu.

Saat itu, ODGJ tiba tiba bangun dan menyiramkan air mineral ke tubuh ibunda Mukhlis sampai basah kuyup.

‘’Adik saya video call saya, ibu disiram 4 botol air mineral ukuran 600 liter per botol, kebayang rasanya bagaimana? Orang sakit jantung, dikasih setelan AC paling dingin, disiram air, dan dikasih pakaian kurang layak? Jangan tanya gimana perasaan saya, sampai ubun-ubun emosi naik,’’katanya.

Saat Mukhlis masih berada di Jakarta, ibundanya sempat meneleponnya dan memohon segera dikeluarkan dari ruangan tersebut, karena tidak tahan.

Dengan perasaan hancur lebur, Mukhlis kemudian segera memesan tiket ke Tarakan pada 10 Januari 2021 dini hari. Namun, saat ia masih di pesawat, kabar duka menghampirinya, ibundanya meninggal dunia di RSUD Tarakan, sekitar pukul 04.00 Wita.

‘’Saya telepn RSUD, jangan kuburkan ibu saya, biar keluarga yang urus jenazahnya kalau memang RSUD tidak punya bukti kuat beliau terpapar Covid-19, mau gila rasanya ibu diperlakukan begitu,’’kata Mukhlis.

Digugat malpraktik

Setelah menguburkan jenazah ibundanya, Mukhlis menenangkan diri beberapa hari sebelum mendatangi Polres Tarakan.

Ada 4 aduan yang dijabarkan Mukhlis di hadapan polisi, masing masing dugaan pembunuhan sebagaimana diatur pada Pasal 338 KUHP, dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian sebagaimana tercantum dalam Pasal 359 jo. Pasal 361 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 353 KUHP,

Mukhlis juga menuntut tanggung jawab Rumah Sakit sebagaimana diatur pada
 Pasal 46 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, serta mengadukan delik tanggung jawab dokter dan Perawat sebagaimana diatur dalam Pasal 190 ayat (1) dan 2 UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan).

‘’Saya adukan juga terkait maladministrasi ke ombudsman, anggaran pemda cukup besar, masa pelayanan seperti ini, biar nanti mereka yang lakukan penyelidikan,’’tambahnya.


Pemeriksaan sudah berjalan

Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldy mengatakan, laporan dari Mukhlis saat ini sudah dalam proses.

Polisi sudah memanggil sejumlah pihak RSUD Tarakan untuk dimintai keterangan, 

“Kami sudah panggil lebih lima orang sebagai saksi, semua dari pihak RSUD Tarakan,’’jawabnya.

Aldy mengatakan, pemeriksaan memang terkesan sedikit lebih lama karena Polres menetapkan aturan harus ada rapid test antigen.

Hal ini untuk mengantisipasi penularan di lingkungan Polres Tarakan sebagaimana terjadi beberapa waktu lalu.

‘’Mohon maaf kalau terkesan lamban, kita tidak mau lagi kecolongan macam kemarin, ada saksi kasus kita undang ternyata positif Covid-19, kita terus berproses untuk laporan saudara Mukhlis,’’jelasnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Tarakan dr.Hasbi belum mau memberikan komentar. Saat dihubungi, Hasbi meminta menanyakan kasusnya ke polisi.

‘’Sudah di polisi, kalau mau tau perkembangannya tanyakan ke polisi, kami belum bisa berkomentar,’’jawabnya.

Mama Tercinta ❤️

0

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Duhai Pintu Syurgaku, kini Allah telah menetapkan pilihannya yang menjadi jalan kebaikan untuk mama, semoga Allah memberikan kedudukan yang tinggi buat mama, memilih pintu syurga mana yang mama inginkan.

Maafkan Mukhlis belum bisa memberikan yang terbaik buat mama, belum maksimal merawat mama, dan terlalu bnyak cerita, amal kebaikan, ilmu yang diajarkan, dan hikmah kehidupan yang mama berikan buat kami.

Terima kasih yang mendalam atas bantuan serta ucapan dari semua keluarga dan sahabat hingga selesainya pemakaman Ibunda kami sore ini, semoga setiap tetesan keringat dan energi yang dikeluarkan dibalas Allah dengan limpahan keberkahan.

Allaahummaghfirlaha warhamha wa ‘aafiiha wa’fu’anha. Mama husnul khatimah, aamiin.

Mengenang mama kami tercinta.🥀

Senin, 11 Januari 2021

Al Fatihah…

⚖️ Lesmana Mukhlis and Associates ⚖️

0

Bismillaah

Masyaallah Tabarakallaah. Alhamdulillaah…
Semoga Allah ridha dan senantiasa memberikan kemudahan serta keberkahan-Nya untuk setiap usaha perjuangan kebenaran. Aamiin.

Jumu’ah Mubaarak.

Salam,
Aswin Suharjo, S.Sos.I, Irfan Kurniawan, S.Kom, Angga Busra Lesmana, S.H, CSL, Mukhlis Ramlan, S.E, S.H, CSL, Kasril, S.H, CSL, Ilham Perwira, S.H.

Aksi Walkout Anggota DPRD DKI Jakarta

0

Sungguh tidak mempunyai nurani!!!

Galeri

0

Hikmah dari Pilkada Kaltara dan Daerah Lainnya

0

Catatan Khusus bagi mereka yang terpilih sebagai kepala daerah:

Wakilmu itu mitra kerjamu, bukan bawahan apalagi pesuruhmu, berikan peran dan kewenangan.

Posisimu tidak akan jatuh saat kebijakan itu dilakukan, kekuasaan dan pangkat yang kau sandang tidak akan berkurang sedikitpun.

Berbagilah dalam hal apapun, libatkan wakilmu, bahas anggaran bersama, atur perangkat pemerintahan bersama, berikan prosentase kebijakan projek yang adil, baik yang berasal dari APBD maupun swasta. Bukan hanya saudara yang terpilih sebagai kepala daerah dan keluarga besar atau jaringan simpulmu yang butuh makan. Wakilmu dan seluruh jaringan serta keluarganya juga.

Jika ada agenda ke luar negeri atau kunjungan kemanapun ajaklah wakilmu, apa yang kau dapat dan nikmati berbagilah, tentu tidak hanya rakyat tetapi Allah juga akan memuliakanmu jika semua dilakukan.

Wakilmu itu punya mata, hati dan telinga, ia mendengar, melihat dan mengetahui apa yang terjadi serta diperlakukan yang tidak wajar, orang no.2 di daerahnya tapi no akhir yang dirasakannya, dan do’anya tidak ada jarak dengan Tuhan-Nya saat kedzaliman terjadi tiada henti yang kau lakukan padanya.

Wakilmu tidak punya kewenangan untuk menjatuhkanmu maka tidak perlu kau permalukan ia bahkan menjelekkannya ke istana dan elit di Jakarta, bicarakan secara baik dan bijak dan tentu semua ada jalan keluar, selama nurani yang dikedepankan bukan syahwat kekuasaan dan mengiyakan para pembisik yang kadang menyesatkan.

Jika ada kunjungan dari istana tidak perlu cari muka dan seolah-olah daerah maju karenamu semata, bahkan di semua kesempatan wakilmu tidak diberi ruang berbicara, sekalipun menjemput presiden di tangga pesawat protokol diatur sedemikian rupa agar wakil tidak boleh jemput, sampai presiden balik Jakarta dan rombongan semua pulang semua media bahkan publik bertanya di mana wakilmu, kebayangkan bos nyeseknya.

Wakilmu tidak akan bisa sedkitpun mengganggu apalagi merubah posisimu. Lalu, kenapa kamu jahat padanya, melaporkannya, memusuhinya, meninggalkannya, membatasi gerak atau perannya, bahkan membuatnya terluka dan mengeluarkan air mata, bukankah dulu begitu memohonnya engkau agar bisa berpasangan dan berjuta janji yang keluar dari lisanmu untuknya.

Duhai Imam Daerah yg terpilih di pilkada kali ini, kekuasaan itu tidak lama bahkan saat berjalan pun jika Allah berkehendak kau bisa jatuh, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah yang memiliki segala kekuasaan dan kerajaan, jangan pernah dzalim terhadap siapapun yang telah berbuat baik kepadamu, apalagi terhadap orang yang telah menjatuhkan pilihan pengabdiannya terhadapmu, yang setiap malam ia bermunajat pada Rabbnya.

Al Faqir Mukhlis Ramlan

Diduga Langgar Aturan Pilkada di Masa Tenang, Irianto Dilaporkan ke Bawaslu Kaltara

0

TARAKAN – Selasa (8/12/2020) tadi pagi, Gubernur Kaltara, Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M. dilaporkan ke Badan Pengawas Pemili (Bawaslu) Kaltara, lantaran diduga melakukan pelanggaran di masa tenang pemilihan gubernur (pilgub) Kaltara 2020.

Laporan ini disampaikan langsung ke Kantor Bawaslu Kaltara oleh Mukhlis Ramlan SH karena merasakan pelanggaran yang dinilai sangat jelas dilakukan oleh Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M.

“Di masa tenang ini, kita lagi-lagi dibuat tercengang oleh perilaku seorang paslon yang juga merupakan petahana, yang harusnya dalam masa tenang, tidak melakukan aktivitas apapun karena posisinya sebagai pasangan calon,” ujar Mukhlis kepada benuanta.co.id, Selasa 8 Desember 2020.

Mukhlis Menjelaskan, walaupun dalam aturan Irianto kembali sebagai gubernur setelah cuti sekian lama, harusnya dirinya kembali mempersiapkan semua hal teknis untuk menyukseskan pilgub bukan melakukan hal atau kegiatan yang jelas di dalam surat Mendagri 7 Desember 2020, dan bersifat penting tentang masa tenang Pilkada serentak 2020, maupun tentang UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, pasal 71 ayat 1, 2, dan 3 sangat jelas melarang kegiatan-kegiatan seperti itu.

“Hal ini yang mendasari saya melakukan laporan, karena ini merupakan tragedi politik yang sangat tidak baik diberi contoh oleh seorang petahana, yang kita lihat melanggar banyak peraturan Pilkada,” sebutnya.

“Meskipun menjabat sebagai gubernur yang kembali masa jabatan setelah cuti, tetapi posisinya adalah calon yang diikat oleh segala macam aturan dan tidak boleh dilanggar sesukanya. Ada hal yang harus dipahami ketika masuk dalam UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 pasal 71 ayat 1, 2, dan 3. Pelanggaran seperti ini berpotensi didiskualifikasi,” terangnya.

“Kita segera melakukan laporan dan konfirmasi pada Bawaslu secepatnya, hal yang sangat tidak baik ini termasuk kepada Gakkumdu, agar bergerak secara cepat, dan masyarakat bisa paham dan tahu, bahwa semua paslon harusnya dalam kondisi masa tenang tidak melakukan kegiatan apapun,” jelasnya.

Mukhlis lanjut menjelaskan, data-data kegiatan sudah diberikan kepada Bawaslu Kaltara agar bisa diproses. Selain itu, laporan-laporan sebelumnya tentang penggunaan speedboat pemerintahan provinsi, beberapa orang yang bersangkutan telah dipanggil, namun beberapa juga kabur, lalu pelanggaran mengambil penghargaan pemerintah provinsi sebagai gubernur.

“Di debat sering menyinggung untuk membaca aturan, namun dirinya juga melanggar dan tidak paham hukum. Harusnya paslon nomor dua juga harus membaca hukum. Untuk apa bansos dipublish kepada publik, kenapa bantuan tidak dilakukan oleh pejabat sementara sebelumnya, tidak perlu seremoni, bantuan melalui transfer sudah bisa terlaksana,” sebut Mukhlis.

“Ini saya sebut sebagai tragedi politik, berkali-kali kita dipertontonkan sesuatu yang sangat melabrak aturan dan sangat tidak benar, tolonglah berikan contoh kepada Kaltara di masa tenang pilkada ini,” pungkasnya.

“Saya berharap di penutup dan penghujung proses Pilgub Kaltara ini, sebagai pelapor, tentu saya berniat menjaga ruang demokrasi di Kaltara tetap sesuai dengan aturan hukum, tidak boleh ada yang mencemari nilai demokrasi itu, tidak boleh menghancurkan aturan yang dibangun dalam kontruksi demokrasi yang sudah dihormati bersama sekalipun dirinya merupakan petahana,” tutupnya.(*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa

Editor: M. Yanudin

Fakta Mengecam Pernyataan Macron yang Menyinggung Umat Islam

0

Wakil Presiden Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (FAKTA) Mukhlis Ramlan, mengatakan, pernyataan Macron merupakan kejahatan serius. Sebelumnya, Macron menyebut karikatur Nabi Muhammad sebagai kebebasan berekspresi, dan menyebut Islam sebagai agama yang tengah krisis.

Macron juga akan menindak serius separatisme Islam, salah satunya dengan membuat aturan yang lebih tegas. Pernyataan tersebut disampaikan usai pemenggalan guru sejarah Samuel Patty, akibat menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

“Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron adalah kejahatan serius soal agama dan akan terus memunculkan perlawanan keras oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia,” kata Mukhlis, Selasa (3/11).

Apa yang disampaikan Macron, kata dia merupakan penghinaan terhadap Muslim dan melukai hati umat Islam di seluruh dunia.
“Karena tindakan tersebut jelas penghinaan sangat biadab yang bisa membuat hubungan Islam dan Barat menjadi terganggu dan berpotensi terjadi konflik dimana-mana,” kata dia.

Menurut Mukhlis, ucapan Macron adalah wujud kekerasan verbal, kejahatan serius, serta sikap tak bermoral yang dilakukan oleh seorang kepala negara. “Padahal di saat yang bersamaan agama Islam sedang tumbuh dan berkembang di Prancis,” jelasnya.

Mukhlis menilai, seharusnya Macron belajar dari peristiwa yang menimpa Samuel Patty. Bukan malah memunculkan kebencian atau persoalan baru.

“Macron malah membuka ruang kejahatan baru dengan mendukung karikatur tersebut yang jelas menyudutkan umat Islam, menghina, melukai dan tentu akan terjadi arus perlawanan yang tiada henti oleh umat Islam seluruh dunia dengan beragam cara dan gerakan yang akan dilakukan,” jelasnya.

Ia berharap tak ada lagi, Macron-Macron baru. Sebab, tindakan pria itu dipandang merupakan kemunduran peradaban.
“Tidak boleh lagi ada Macron lain dan tindakan serupa dilakukan oleh siapa pun di zaman yang sudah modern dan sangat maju saat ini. Karena pernyataan Macron adalah kalimat kaum barbar dan sangat primitif yang berakibat kemunduran bahkan kehancuran,” tandasnya.(ari-POSKOTA)