Hikmah dari Pilkada Kaltara dan Daerah Lainnya

0
77

Catatan Khusus bagi mereka yang terpilih sebagai kepala daerah:

Wakilmu itu mitra kerjamu, bukan bawahan apalagi pesuruhmu, berikan peran dan kewenangan.

Posisimu tidak akan jatuh saat kebijakan itu dilakukan, kekuasaan dan pangkat yang kau sandang tidak akan berkurang sedikitpun.

Berbagilah dalam hal apapun, libatkan wakilmu, bahas anggaran bersama, atur perangkat pemerintahan bersama, berikan prosentase kebijakan projek yang adil, baik yang berasal dari APBD maupun swasta. Bukan hanya saudara yang terpilih sebagai kepala daerah dan keluarga besar atau jaringan simpulmu yang butuh makan. Wakilmu dan seluruh jaringan serta keluarganya juga.

Jika ada agenda ke luar negeri atau kunjungan kemanapun ajaklah wakilmu, apa yang kau dapat dan nikmati berbagilah, tentu tidak hanya rakyat tetapi Allah juga akan memuliakanmu jika semua dilakukan.

Wakilmu itu punya mata, hati dan telinga, ia mendengar, melihat dan mengetahui apa yang terjadi serta diperlakukan yang tidak wajar, orang no.2 di daerahnya tapi no akhir yang dirasakannya, dan do’anya tidak ada jarak dengan Tuhan-Nya saat kedzaliman terjadi tiada henti yang kau lakukan padanya.

Wakilmu tidak punya kewenangan untuk menjatuhkanmu maka tidak perlu kau permalukan ia bahkan menjelekkannya ke istana dan elit di Jakarta, bicarakan secara baik dan bijak dan tentu semua ada jalan keluar, selama nurani yang dikedepankan bukan syahwat kekuasaan dan mengiyakan para pembisik yang kadang menyesatkan.

Jika ada kunjungan dari istana tidak perlu cari muka dan seolah-olah daerah maju karenamu semata, bahkan di semua kesempatan wakilmu tidak diberi ruang berbicara, sekalipun menjemput presiden di tangga pesawat protokol diatur sedemikian rupa agar wakil tidak boleh jemput, sampai presiden balik Jakarta dan rombongan semua pulang semua media bahkan publik bertanya di mana wakilmu, kebayangkan bos nyeseknya.

Wakilmu tidak akan bisa sedkitpun mengganggu apalagi merubah posisimu. Lalu, kenapa kamu jahat padanya, melaporkannya, memusuhinya, meninggalkannya, membatasi gerak atau perannya, bahkan membuatnya terluka dan mengeluarkan air mata, bukankah dulu begitu memohonnya engkau agar bisa berpasangan dan berjuta janji yang keluar dari lisanmu untuknya.

Duhai Imam Daerah yg terpilih di pilkada kali ini, kekuasaan itu tidak lama bahkan saat berjalan pun jika Allah berkehendak kau bisa jatuh, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah yang memiliki segala kekuasaan dan kerajaan, jangan pernah dzalim terhadap siapapun yang telah berbuat baik kepadamu, apalagi terhadap orang yang telah menjatuhkan pilihan pengabdiannya terhadapmu, yang setiap malam ia bermunajat pada Rabbnya.

Al Faqir Mukhlis Ramlan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here