Beranda blog

PULANG 🥀

0

Hampir setiap hari kita diserbu oleh berita kematian, orang yang kita kenal maupun orang yang kita kenal hanya melalui medsos. Orang-orang baik yang akhirnya mendahului kita.

Hadir dan pergi adalah sebuah keniscayaan, hanya masalah waktu, karena jadwal tak pernah berubah. Mustahil minta diundurkan, dan tak mungkin juga dimajukan

Teman yang kemarin bersama kita tertawa hari ini terbaring di rumah sakit, sahabat yang baru saja bercanda tiba-tiba hari ini diusung ke tempat peristirahatannya yang terakhir, semuanya digilir penuh misteri

Ada yang memberi signal, tapi lebih banyak lagi pergi tanpa mengatakan sesuatupun. Mereka hilang dari dunia, tapi tak hilang dari kenangan.

Jangan senang dulu karena kita bukan orang yang bingung karena tidak kebagian tempat tidur di rumah sakit, bukan juga yang panik karena sesak dan tak kebagian oksigen, justeru karena itu kita harus banyak-banyak bersyukur dan meningkatkan ibadah kita. Karena setiap orang akan memiliki sebab kematian sendiri- sendiri. Jika mereka meninggal karena covid, entah penyebab kematian kita nanti karena apa?

Tak ada jaminan besok kita masih bisa melihat mentari, masih bisa menikmati hari dan berkumpul dengan teman-teman. Karenanya tinggalkan kesan baik pada semua orang, cerahkan wajah bila bertemu dengan siapapun meski kau dirundung bermacam masalah. Kerjakan segala sesuatu secara maksimal seolah itu adalah hal terakhir yang kau kerjakan. Teduhkan kata-katamu seolah itu adalah ucapan terakhir yang bisa kau bagikan kepada saudaramu. Dan tersenyumlah semanis yang mampu kau persembahkan. Bukan agar kau disebut baik oleh mereka, tapi untuk menaikkan nilaimu sebagai insan kamil. Yang bermamfaat buat banyak orang.

Karena hidup ini hanya sesaat, maka temui orang yang ingin kau temui, dan torehkanlah hal indah bersamanya, pergilah ke tempat yang ingin kau kunjungi, nikmati dan bahagialah disana. Lakukan hal baik pada semua orang yang kau temui, jangan sakiti mereka dengan kalimat dan sikapmu, karena bisa jadi kau tidak punya waktu untuk datang lagi dan meminta maaf.

Rukunlah dengan saudara-saudaramu, mereka adalah teman masa kecilmu yang sedarah. Jangan lukai hati mereka, seringlah berkomunikasi dan bercanda dengan mereka. Salinglah memberi meskipun untuk hal-hal kecil untuk menunjukkan kau sayang mereka.

Dan yang paling utama, rawatlah orangtuamu sebaik-baik yang engkau bisa. Jangan sakiti hatinya. Berikan pengasuhan layaknya engkau sewaktu kecil diasuh oleh mereka. Sempatkan waktu untuk menghibur mereka. Karena ridho mereka adalah ridho Allah SWT. Jangan sampai kau menyesal saat mereka telah tiada dan engkau belum sempat membahagiakannya.

Dan jika akhirnya waktu untuk kita pulang tiba, semoga menjadi sesuatu yang paling kita rindukan, karena kita sejatinya bukan penghuni bumi, sehingga pulang ke tempat abadi sesungguhnya pulang ketempat asal dari mana kita seharusnya ada.

Jadi kembalilah dengan ikhlas, dengan ridho karena kita akan bertemu Zat yang Maha Suci. Karena tidak bisa dimajukan atau dimundurkan, meskipun sedetik saja

Salam Sehat Selalu,

Mukhlis Ramlan

🛑 JAGA KEKAYAAN ALAM KITA!!

0


Kaltara Wujudkan Pelabuhan Perikanan Internasional || Podcast Bersama Mukhlis Ramlan, S.E.,S.H || TGUPP Kaltara || Saksikan Podcast ASPEKSINDO selengkapnya
👇👇🛥️🛥️

Bantu Gubernur dan Wakil Gubernur, TGUPP Hadirkan Klinik Hukum Rakyat Kaltara Hingga Ke Pelosok

0

TARAKAN – Guna mendukung kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Hukum dan Regulasi gerak cepat menghadirkan Klinik Hukum Rakyat Kaltara.

Dikatakan Mukhlis Ramlan selaku TGUPP Bidang Hukum dan Regulasi, pihaknya membantu Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum dan Wakil Gubernur Dr. Yansen TP, M.Si dalam memberikan saran, bantuan hukum dan langkah langkah apa saja yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltara ketika peristiwa hukum itu terjadi pada masyarakat.

“Klinik hukum buat rakyat kaltara ini untuk memudahkan konsultasi dan bantuan hukum baik yang ada di perbatasan, pedalaman, pedesaan, pulau terluar dan dimanapun rakyat Kaltara berada,” jelas TGUPP itu kepada benuanta.co.id pada Rabu, 7 Juli 2021.

“Selama ini kan begitu sulit didapatkan mengingat jarak dan biaya begitu tinggi untuk bisa mendapatkan Lembaga Bantuan Hukum terhadap masalah yang dihadapi rakyat tersebut ,” lanjut Mukhlis.

Klinik Hukum Rakyat Kaltara yang dikerjakannya bersama tim, memastikan bakal melayani dan membantu persoalan hukum masyarakat Bumi Benuanta perihal hukum pidana, perdata, HAM, lingkungan, anti korupsi, perempuan dan anak, pertanahan, kontrak, dan Hak Kekayaan Intelektual.

“Pemerintah hadir ditengah masalah rakyat, kita berharap ke depan tidak boleh ada lagi satu rakyat Kaltara yang tanahnya diambil paksa, nelayan yang ditahan tanpa sebab, lahan adat yang dikuasai perusahaan dengan sepihak, guru perbatasan dan pedalaman yang tidak dibayar gajinya, petani yang lahannya digusur dan segala masalah yang merugikan rakyat,” terang advokat yang juga berkiprah di kancah nasional ini.

Dirinya pun berharap melalui bantuan hukum ini, agar pemerintah dan rakyat senafas dalam berkehidupan bahkan bernegara.

Kepada masyarakat Kaltara, pihaknya membuka layanan konsultasi hukum secara Offline (Tatap Muka), Online dan advokasi hukum dengan menghubungi narahubung yang bernama Aswin dengan kontak telepon 0812-9128-9246.(*)

Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli


TGUPP Bidang Hukum Minta Seluruh BUMD dan Proyek OPD Kaltara Diaudit

0

Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Bidang Hukum dan Regulasi, Mukhlis Ramlan, memberikan pertimbangan dan usulan kepada Gubenur Zainal A.Paliwang dan Wakil Gubernur Yansen TP agar dilakukan audit eksternal terhadap seluruh BUMD di Bumi Benuanta.

Termasuk pelaksanaan proyek yang ada di semua Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara.

“Nanti hasilnya akan menjadi rekomndasi khusus bagi Gubernur dan Wakil Gubernur, apakah BUMD tersebut dibubarkan atau membuat BUMD baru yang lebih bermanfaat dan bisa menjawab berbagai problematika rakyat Kaltara selama ini,” ujarnya, Selasa (22/6/2021).

“Begitupun OPD yang dalam pelaksanaan proyek ternyata ada temuan hasil audit yang bermasalah, maka tentu sangat hati-hati dalam tindaklanjut pelaksanaanya,” tambah Mukhlis.

Karena, lanjut dia, akan berdampak pada hukum apabila dipaksakan dan mengganggu jalannya pemerintahan.

Menurutnya peran inspektorat Kaltara diharapkan bisa maksimal dalam memberikan penilaian dan masukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur. 

Hal ini agar persoalan Kota Baru Mandiri ( KBM) Tanjung Selor di Kabupaten Bulungan, Guest House milik Pemprov di Tarakan, serta projek infrastruktur di beberapa titik perbatasan dan berbagai persoalan hukum dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan di masa lalu tidak terulang lagi.

Baik pada masa pemerintahan saat ini maupun yang akan datang. “Karena keadilan hukum (legal justice) dan kepastian hukum (legal security) adalah pilar demokrasi yang akan membawa pemerintahan Zaenl-Yansen sesuai dengan harapan rakyat Kalimantan Utara,” pungkas Mukhlis. (kt1)

TGUPP Bidang Hukum Dan Regulasi Mulai Tangani Persoalan Lahan KBM Tanjung Selor

0

TANJUNG SELOR – Usai dilantik oleh Gubernur Kaltara Drs H Zainal Arifin Paliwang SH M Hum, Tim Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Bidang Hukum Dan Regulasi, Mukhlis Ramlan SE SH, langsung berkerja, khususnya menyangkut penyelesaian berbagai persoalan hukum dan regulasi di Provinsi ke 34 di Indonesia itu.

“Masuk didalamnya segala bidang yang kemarin terjadi seperti keterlambatan dan kesalahan, maka tugas kita sekarang memperbaiki itu, ” kata Mukhlis Ramlan, kepada media ini, Kamis, 10/6/2021.

Serta memberikan segala macam referensi dalil hukum yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Terus mendorong apapun kebijakan yang dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, menyempurnakan visi misi, sehingga semua berjalan sesuai dengan aturan dan harapan seluruh rakyat Kaltara.

Sehingga keberadaan TGUPP, jadi bernilai dan bermanfaat bagi Pemprov Kaltara, terlebih bagi masyarakat secara umum.

Untuk jangka pendek, Mukhlis mengatakan, adalah menyelesaikan persoalan yang ada di Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. Khususnya terkait persoalan tumpang tindih lahan disana, serta hal yang sebelum nya disampaikan kepada istana maupun kementerian terkait.

Dimana kondisi lahan yang dinyatakan bagus, ternyata tidak bagus dan bermasalah.

“Kemudian soal perbatasan, sertifikasi tambak, maupun diinternal pemerintahan sendiri perlu penanganan serius sehingga apa yang terjadi beberapa kali persoalan hukum bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat, ” ujarnya.

Untuk program jangka menengah dan jangka panjang, Mukhlis Ramlan menambahkan, tentu harus mensinergiskan apa yang menjadi kebijakan di Pemprov dan kewenangan di TGUPP.

Tentunya harus sejalan dan tidak boleh lepas dari visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur. Dan ini harus berjalan, dimana rakyat diharapkan memberikan masukan, saran dan informasi kepada TGUPP.

Yang akhirnya jalinan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tak boleh terputus.Misal nya masalah yang terjadi dipublik harus pula ditangani secara cepat. *

Reporter : Sahri.

Mukhlis Ramlan: Semoga Bang Ali Mochtar Ngabalin Segera Bertobat

0

jpnn.com, JAKARTA – Wakil Presiden Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (FAKTA) Mukhlis Ramlan mengkritik pernyataan Ali Mochtar Ngabalin yang menggunakan kata-kata kurang etis saat menanggapi Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqqodas. Mukhlis berharap Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) itu segera bertobat dengan menggunakan kata-kata yang santun. 

“Semoga masih ada jalan untuk bertobat Bang Ali (Ali Mochtar Ngabalin, red), tidak begini cara menghamba pada kekuasaan,” ujar Mukhlis dalam siaran pers pada Jumat (14/5). 

Menurut Mukhlis, Ali Mochtar sebelumnya menanggapi orang-orang yang mengkritik proses tes wawasan kebangsaan (TWK) karena menganggap tidak ada landasan hukum yang jelas.

Ali, kata Mukhlis, menuduh orang-orang yang mengkritik TWK pegawai KPK adalah tidak saja tolol, tetapi memang cara berpikir terbalik, otak-otaknya sungsang. Mukhlis menilai Ali Mochtar tidak saja berbeda pendapat, tetapi justru menyerang balik pihak-pihak yang mengkritik proses TWK pegawai KPK.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqqodas menyebut riwayat KPK tamat di tangan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. Pernyataan itu disampaikan Busyro menyikapi penonaktifan 75 orang pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan.

Diketahui sebagian dari 75 orang itu dikenal sebagai sosok-sosok yang berintegritas dan berdedikasi pada pemberantasan korupsi seperti penyidik senior Novel Baswedan dan penerima tanda kehoramtan Satyalancana Wira Karya, Sujanarko. 

Busyro mengatakan KPK telah dilemahkan sejak Jokowi mengirim Surat Presiden ke DPR RI untuk merevisi UU KPK. Setelah itu, sejumlah peristiwa memperlemah KPK secara perlahan.

Mukhlis menilai pernyataan Ali Mochtar Ngabalin terhadap Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas, tidak hanya melukai institusi Muhammadiyah tetapi juga melakukan hinaan serius terhadap seluruh kader Muhammadiyah.

“Silakan lakukan pangalihan status pegawai KPK menjadi ASN. Silakan lakukan TWK dan tes apa pun yang mungkin telah melalui kajian panjang untuk kebaikan dan perubahan KPK, tetapi jika kritik dibalas hinaan maka ini tanda kejatuhan bahkan kehancuran,” ujar Mukhlis. Mukhlis juga menanyakan mengenai status Ali Mochtar di pemerintahan Jokowi. “Bagi kami, Bang Ali hanya Tenaga Ahli Utama KSP tetapi terkadang juga merangkap Jubir Presiden,” ujar Mukhlis.(fri/jpnn)

Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul
“Mukhlis Ramlan: Semoga Bang Ali Mochtar Ngabalin Segera Bertobat”,
https://m.jpnn.com/news/mukhlis-ramlan-semoga-bang-ali-mochtar-ngabalin-segera-bertobat?page=2


Dear Brother Mukhlis Ramlan

0

Semoga Allah memberkahimu, keluarga serta hartamu.

Semoga Allah memanjangkan kehidupanmu di dunia dalam keberkahan, kesehatan, ketaatan kepada-Nya dan menjadikanmu bermanfaat bagi agama, negara dan ummat.

Semoga Allah membaguskan semua amalanmu dan mengampuni semua dosa-dosamu.

Aamiin Yaa Rabb.

”Today we are over the ground . Tomorrow, we’ll be under it. Let’s be dan keep humble, dear brother.”

Ramadan Kareem, Ramadan Mubaarak.

11 Ramadan 1442 H | 23 April 2021 M

Ramadhan Mubaarak

0

Marhaban Yaa Ramadhan…

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H. Semoga Allah meridhai setiap amal ibadah kita dan menjadikan kita semua orang-orang yang muttaqin. Aamiin Yaa Rabb.

Kita Akan Bertemu di Jannah-Nya, Aamiin ❤️

0

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ ﴿٧٣﴾ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿٧٤

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb-nya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu.

Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki.”; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.”

(Az-Zumar: 73-74)

Kita akan berkumpul kembali di Jannah-Nya ya Mama, di mana sebaik-baik tempat yang tidak ada lagi kesakitan, kesedihan, keburukan, kedzaliman dan hanya kebahagiaan serta mendapatkan kenikmatan tertinggi bersama-sama bisa melihat wajah Allah.

اللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، وَمَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِمَّا تَعَوَّذَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَمَا قَضَيْتَ لِيْ مِنْ قَضَاءٍ فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رُشْدًا.
(رواه الحاكم، وصححه الألباني)


“Ya Allah, aku meminta seluruh kebaikan, baik yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung dari seluruh keburukan, yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.

Dan aku meminta surga dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung dari neraka dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan.

Dan aku meminta segala sesuatu yang diminta oleh Nabi Muhammad-shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan berlindung dari segala yang diminta perlindungannya oleh Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Dan apapun yang Engkau takdirkan untukku, maka jadikanlah kebaikan pada akhirnya.”

Aamiin Yaa Rabb Yaa Mujiibassaailiin.

Mengungkap Dugaan Malpraktik Korupsi dan Pasien di RSUD Tarakan, Kaltara

0

IEN.com-Jakarta, KasusPelantaran dan kelalaian serta layanan buruk mengenai pemberian isi rekam medis pasien pihak dari pengacara sekaligus anak dari almarhum, Mukhlis Ramlan, SH, SE, memaparkan bahwa, dugaan berlapis yaitu malpraktik, pelantaran dan kelalaian serta layanan buruk mengenai pemberian isi rekam medis pasien dugaan berlapis yaitu malpraktik.

Mukhlis Ramlan menjelaskan, ibundanya yang mengalami kondisi kritis akibat sakit jantung, justru ditempatkan bersama orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di RSUD Tarakan.

Pengakuan tersebut juga memang diakui oleh Dirut RSUD Tarakan, Hasbi. Bahwa memang benar ada pasien yang tidak gangguan jiwa disatukan (ruangan) dengan orang gangguan jiwa,” kata Mukhlis Ramlan saat ditemui awak media di Jakarta Pusat, Kamis sore, (4/3/2021).

Lanjutnya, kalau memang ini SOP, selama ini tidak pernah mendengar prosedur tersebut ada di seluruh Indonesia.”
inimerupakan bentuk penganiyaan luar biasa, serta kelalaian, yang menyebabkan hilangnya nyawa ibu saya, baik yang dilakukan perawat rumah sakit maupun dokter,” ungkap Mukhlis.

Adapun kelalaian lainnya yaitu maladminstrasi terkait layanan isi dari rekam medis yang dikeluarkan pihak RSUD Tarakan.

Ibunda Mukhlis masuk ke RSUD Tarakan pada tanggal 8 Januari 2021, yang  serangan jantung. Setelah mejalani perawatan di ruangan ODGJ, ibunda dinyatakan meninggal karena Covid-19 oleh rumah sakit pada 22 Desember 2020.”

Ini bentuk kejahatan luar biasa. Kalau begini semua rakyat Indonesia yang berada di rumah sakit daerah, maka kuat dugaan saya bahwa mereka memanfaatkan isu covid untuk mendapatkan keuntungan,” tegas Mukhlis.

Mukhlis berharap, dari pihak kepolisian segera bergerak dan turun, agar tidak ada satupun rakyat yang terzolimi menjadi korban atas mafia dibalik kedok dunia kesehatan. “dan kita maunya semua berjalan sesuai aturan, transparan kemudian bisa dipertanggung jawabkan. Tidak boleh satupun ada anak Indonesia yang diperlakukan seperti itu, cukuplah sampai ibu kami,” jelasnya.

Sukrie Amien SH, MBA salah satu pengacara keluarga mengatakan, “bahwa selama ini pihak rumah sakit belum memberikan isi rekaman medis”.

” Karena menurut kami sebagai orang biasa yang tidak mengerti tentang ilmu kesehatan, paling tidak bahwa untuk menentukan seseorang itu covid atau tidak harusnya pihak rumah sakit mengambil sampel virus atau bakteri yang ada ditubuh pasien tersebut. Kemudian eksosom dari tubuh pasien tersebut dan kalau mereka melakukan pemurnian lakukanlah, sehingga anilisa lab tepat untuk menentukan apakah pasien tersebut terkena virus covid atau tidak,” tuturnya.Ia pun menekankan, meminta keadilan  (pihak kepolisian) agar dapat membongkar hal kasus semacam ini.Mengenai permasalahan ini Tokoh Muda Islam, Habib Maulana Al Haddad, juga angkat bicara.“Kalau melihat kronologis yang di alami bunda ( Pak Muchlis) yang terjadi di Tarakan , Kalimantan Utara. Ini sesuatu perbuatan yang sangat biadab sekali. Karena pihak rumah sakit hanya mementingkan bisnis dari pada sosialnya,” ungkapnya.“Ini sangat tidak manusiawi, dan tidak menghargai nyawa manusia. Seharusnya pemerintah melihat dengan kondisi seperti ini (melakukan tindakan) terhadap rumah sakit. Harus segera di tindak lanjuti karena ini juga menyangkut pidana menghilangkan nyawa orang,” ungkapnya.(Red).

Ibu Sakit Jantung dan Kritis ditempatkan satu ruangan dengan ODSJ

0
Penulis: Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor, Editor: Khairina


TARAKAN
, KOMPAS.com
 – Seorang pengacara dari Kota  Tarakan, Kalimantan Utara, Mukhlis Ramlan melaporkan RSUD Tarakan dengan dugaan penelantaran, malpraktik, dan kelalaian.

Mukhlis Ramlan saat dihubungi, menuturkan ia akan mengawal laporan tersebut sampai tuntas.

Dia tidak terima, ibundanya, Megawati binti Muhammad Saleh (63) yang kritis dan butuh perawatan khusus akibat  sakit jantung, justru ditempatkan bersama orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ) di RSUD Tarakan.

‘’Orang sakit jantung dikunci  satu ruangan dengan ODGJ, suhu AC dikasih di 16 derajat, remotenya dibawa perawat dan digembok dari luar, ini pelayanan apa?’’ujarnya emosional, Minggu (31/1/2021).

Saat dilarikan ke RSUD Tarakan 8 Januari 2021, ibunda Mukhlis mengalami serangan jantung, perawatan medis sempat dilakukan dokter.

Namun entah mengapa, keeseokan harinya, tiba tiba manajemen RSUD Tarakan memindahkannya ke bangsal Tulip yang ditempati seorang ODGJ perempuan.

Lebih mengejutkan, RSUD Tarakan memberitahukan bahwa ibundanya terpapar Covid-19 sehingga keluarga harus menjaga jarak dan mempercayakan sepenuhnya kepada tenaga medis.

‘’Sampai sekarang saya minta surat keterangan Covid-19, RSUD tidak kasih, itu sudah janggal, terus secara logika, apa iya tiba-tiba gila sampai ditempatkan bersama ODGJ? Rekam medis di RSUD Pertamedika atau RS Angkatan Laut Tarakan, tempat biasa ibu check up, jelas menyatakan sakit jantung,’’katanya.

Disiram air mineral oleh ODGJ

Saat ditempatkan di bangsal Tulip bersama ODGJ, keluarga hanya bisa melihat kondisi ibunda Mukhlis melalui layar monitor.

Terlihat kondisi lemah sang ibu yang hanya mampu melambaikan tangan dan pandangan sayu.

Saat itu, ODGJ tiba tiba bangun dan menyiramkan air mineral ke tubuh ibunda Mukhlis sampai basah kuyup.

‘’Adik saya video call saya, ibu disiram 4 botol air mineral ukuran 600 liter per botol, kebayang rasanya bagaimana? Orang sakit jantung, dikasih setelan AC paling dingin, disiram air, dan dikasih pakaian kurang layak? Jangan tanya gimana perasaan saya, sampai ubun-ubun emosi naik,’’katanya.

Saat Mukhlis masih berada di Jakarta, ibundanya sempat meneleponnya dan memohon segera dikeluarkan dari ruangan tersebut, karena tidak tahan.

Dengan perasaan hancur lebur, Mukhlis kemudian segera memesan tiket ke Tarakan pada 10 Januari 2021 dini hari. Namun, saat ia masih di pesawat, kabar duka menghampirinya, ibundanya meninggal dunia di RSUD Tarakan, sekitar pukul 04.00 Wita.

‘’Saya telepn RSUD, jangan kuburkan ibu saya, biar keluarga yang urus jenazahnya kalau memang RSUD tidak punya bukti kuat beliau terpapar Covid-19, mau gila rasanya ibu diperlakukan begitu,’’kata Mukhlis.

Digugat malpraktik

Setelah menguburkan jenazah ibundanya, Mukhlis menenangkan diri beberapa hari sebelum mendatangi Polres Tarakan.

Ada 4 aduan yang dijabarkan Mukhlis di hadapan polisi, masing masing dugaan pembunuhan sebagaimana diatur pada Pasal 338 KUHP, dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian sebagaimana tercantum dalam Pasal 359 jo. Pasal 361 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 353 KUHP,

Mukhlis juga menuntut tanggung jawab Rumah Sakit sebagaimana diatur pada
 Pasal 46 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, serta mengadukan delik tanggung jawab dokter dan Perawat sebagaimana diatur dalam Pasal 190 ayat (1) dan 2 UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan).

‘’Saya adukan juga terkait maladministrasi ke ombudsman, anggaran pemda cukup besar, masa pelayanan seperti ini, biar nanti mereka yang lakukan penyelidikan,’’tambahnya.


Pemeriksaan sudah berjalan

Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldy mengatakan, laporan dari Mukhlis saat ini sudah dalam proses.

Polisi sudah memanggil sejumlah pihak RSUD Tarakan untuk dimintai keterangan, 

“Kami sudah panggil lebih lima orang sebagai saksi, semua dari pihak RSUD Tarakan,’’jawabnya.

Aldy mengatakan, pemeriksaan memang terkesan sedikit lebih lama karena Polres menetapkan aturan harus ada rapid test antigen.

Hal ini untuk mengantisipasi penularan di lingkungan Polres Tarakan sebagaimana terjadi beberapa waktu lalu.

‘’Mohon maaf kalau terkesan lamban, kita tidak mau lagi kecolongan macam kemarin, ada saksi kasus kita undang ternyata positif Covid-19, kita terus berproses untuk laporan saudara Mukhlis,’’jelasnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Tarakan dr.Hasbi belum mau memberikan komentar. Saat dihubungi, Hasbi meminta menanyakan kasusnya ke polisi.

‘’Sudah di polisi, kalau mau tau perkembangannya tanyakan ke polisi, kami belum bisa berkomentar,’’jawabnya.

Mama Tercinta ❤️

0

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Duhai Pintu Syurgaku, kini Allah telah menetapkan pilihannya yang menjadi jalan kebaikan untuk mama, semoga Allah memberikan kedudukan yang tinggi buat mama, memilih pintu syurga mana yang mama inginkan.

Maafkan Mukhlis belum bisa memberikan yang terbaik buat mama, belum maksimal merawat mama, dan terlalu bnyak cerita, amal kebaikan, ilmu yang diajarkan, dan hikmah kehidupan yang mama berikan buat kami.

Terima kasih yang mendalam atas bantuan serta ucapan dari semua keluarga dan sahabat hingga selesainya pemakaman Ibunda kami sore ini, semoga setiap tetesan keringat dan energi yang dikeluarkan dibalas Allah dengan limpahan keberkahan.

Allaahummaghfirlaha warhamha wa ‘aafiiha wa’fu’anha. Mama husnul khatimah, aamiin.

Mengenang mama kami tercinta.🥀

Senin, 11 Januari 2021

Al Fatihah…

Hikmah dari Pilkada Kaltara dan Daerah Lainnya

0

Catatan Khusus bagi mereka yang terpilih sebagai kepala daerah:

Wakilmu itu mitra kerjamu, bukan bawahan apalagi pesuruhmu, berikan peran dan kewenangan.

Posisimu tidak akan jatuh saat kebijakan itu dilakukan, kekuasaan dan pangkat yang kau sandang tidak akan berkurang sedikitpun.

Berbagilah dalam hal apapun, libatkan wakilmu, bahas anggaran bersama, atur perangkat pemerintahan bersama, berikan prosentase kebijakan projek yang adil, baik yang berasal dari APBD maupun swasta. Bukan hanya saudara yang terpilih sebagai kepala daerah dan keluarga besar atau jaringan simpulmu yang butuh makan. Wakilmu dan seluruh jaringan serta keluarganya juga.

Jika ada agenda ke luar negeri atau kunjungan kemanapun ajaklah wakilmu, apa yang kau dapat dan nikmati berbagilah, tentu tidak hanya rakyat tetapi Allah juga akan memuliakanmu jika semua dilakukan.

Wakilmu itu punya mata, hati dan telinga, ia mendengar, melihat dan mengetahui apa yang terjadi serta diperlakukan yang tidak wajar, orang no.2 di daerahnya tapi no akhir yang dirasakannya, dan do’anya tidak ada jarak dengan Tuhan-Nya saat kedzaliman terjadi tiada henti yang kau lakukan padanya.

Wakilmu tidak punya kewenangan untuk menjatuhkanmu maka tidak perlu kau permalukan ia bahkan menjelekkannya ke istana dan elit di Jakarta, bicarakan secara baik dan bijak dan tentu semua ada jalan keluar, selama nurani yang dikedepankan bukan syahwat kekuasaan dan mengiyakan para pembisik yang kadang menyesatkan.

Jika ada kunjungan dari istana tidak perlu cari muka dan seolah-olah daerah maju karenamu semata, bahkan di semua kesempatan wakilmu tidak diberi ruang berbicara, sekalipun menjemput presiden di tangga pesawat protokol diatur sedemikian rupa agar wakil tidak boleh jemput, sampai presiden balik Jakarta dan rombongan semua pulang semua media bahkan publik bertanya di mana wakilmu, kebayangkan bos nyeseknya.

Wakilmu tidak akan bisa sedkitpun mengganggu apalagi merubah posisimu. Lalu, kenapa kamu jahat padanya, melaporkannya, memusuhinya, meninggalkannya, membatasi gerak atau perannya, bahkan membuatnya terluka dan mengeluarkan air mata, bukankah dulu begitu memohonnya engkau agar bisa berpasangan dan berjuta janji yang keluar dari lisanmu untuknya.

Duhai Imam Daerah yg terpilih di pilkada kali ini, kekuasaan itu tidak lama bahkan saat berjalan pun jika Allah berkehendak kau bisa jatuh, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah yang memiliki segala kekuasaan dan kerajaan, jangan pernah dzalim terhadap siapapun yang telah berbuat baik kepadamu, apalagi terhadap orang yang telah menjatuhkan pilihan pengabdiannya terhadapmu, yang setiap malam ia bermunajat pada Rabbnya.

Al Faqir Mukhlis Ramlan

Fakta Mengecam Pernyataan Macron yang Menyinggung Umat Islam

0

Wakil Presiden Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (FAKTA) Mukhlis Ramlan, mengatakan, pernyataan Macron merupakan kejahatan serius. Sebelumnya, Macron menyebut karikatur Nabi Muhammad sebagai kebebasan berekspresi, dan menyebut Islam sebagai agama yang tengah krisis.

Macron juga akan menindak serius separatisme Islam, salah satunya dengan membuat aturan yang lebih tegas. Pernyataan tersebut disampaikan usai pemenggalan guru sejarah Samuel Patty, akibat menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

“Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron adalah kejahatan serius soal agama dan akan terus memunculkan perlawanan keras oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia,” kata Mukhlis, Selasa (3/11).

Apa yang disampaikan Macron, kata dia merupakan penghinaan terhadap Muslim dan melukai hati umat Islam di seluruh dunia.
“Karena tindakan tersebut jelas penghinaan sangat biadab yang bisa membuat hubungan Islam dan Barat menjadi terganggu dan berpotensi terjadi konflik dimana-mana,” kata dia.

Menurut Mukhlis, ucapan Macron adalah wujud kekerasan verbal, kejahatan serius, serta sikap tak bermoral yang dilakukan oleh seorang kepala negara. “Padahal di saat yang bersamaan agama Islam sedang tumbuh dan berkembang di Prancis,” jelasnya.

Mukhlis menilai, seharusnya Macron belajar dari peristiwa yang menimpa Samuel Patty. Bukan malah memunculkan kebencian atau persoalan baru.

“Macron malah membuka ruang kejahatan baru dengan mendukung karikatur tersebut yang jelas menyudutkan umat Islam, menghina, melukai dan tentu akan terjadi arus perlawanan yang tiada henti oleh umat Islam seluruh dunia dengan beragam cara dan gerakan yang akan dilakukan,” jelasnya.

Ia berharap tak ada lagi, Macron-Macron baru. Sebab, tindakan pria itu dipandang merupakan kemunduran peradaban.
“Tidak boleh lagi ada Macron lain dan tindakan serupa dilakukan oleh siapa pun di zaman yang sudah modern dan sangat maju saat ini. Karena pernyataan Macron adalah kalimat kaum barbar dan sangat primitif yang berakibat kemunduran bahkan kehancuran,” tandasnya.(ari-POSKOTA)

Pihak Surya Atmadja Nilai Bupati Bogor Cari Panggung soal Kehadiran Rhoma Irama

0

Bogor – 

Keluarga Surya Atmadja, yang meminta pedangdut Rhoma Irama menyanyikan beberapa lagu di Pamijahan, merasa disudutkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin. Keluarga juga menanyakan apakah respons Ade Yasin itu untuk ‘mencari panggung’.

“Tetapi prinsipnya adalah kita ingin luruskan bahwa semua yang dituduhkan itu tidak benar. Kalau Rhoma-nya manggung, sebenarnya ini yang cari panggung siapa, gitu. Apa motif Ade Yasin terus menyerang kayak begini,” kata Kuasa Hukum Keluarga Surya Atmadja, Mukhlis Ramlan, di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7/2020).

Mukhlis menjelaskan Rhoma Irama tidak menggelar konser saat datang ke Pamijahan, Minggu (28/6) kemarin. Rhoma pun, lanjutnya, sudah membuat klarifikasi bahwa dia tidak menggelar konser.https://41cbae708f6ccf9723c4e699a38b8c9a.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

“Kalau dia menuduh bahwa terjadi pelanggaran yang seriusnya, tolong dibuktikan secara fakta juga. Yang diambil pada saat berita mencuat di media adalah saat Bang Haji nyanyi, dan itu didaulat, tidak didesain ya, didaulat untuk memberikan sumbangan lagu. Bukan didesain dari awal. Karena beliau adalah bagian dari keluarga yang sudah lama bersama Abah Surya, sah-sah saja,” tutur Mukhlis.

Dia mengatakan Ade Yasin menerima informasi setengah-setengah. Orang-orang yang datang ke khitanan anak Surya Atmadja, lanjutnya, adalah warga Pamijahan. Atau, kata dia, tidak ada masyarakat dari luar Pamijahan yang datang untuk melihat Rhoma Irama.

“Ini tuduhan yang harus kita lakukan dan klarifikasi bahwa apa yang disampaikan Ade Yasin itu mengambil separuh-separuh dari berita yang ada, tidak melihat secara utuh. Kami bisa buktikan bahwa semua yang masuk melalui cek suhu, satu. Pakai masker, dua. Kalau tidak pakai masker, kita kasih masker kemarin dari keluarga,” kata dia.

Lebih lanjut Mukhlis mengaku keluarga Surya Atmadja merasa difitnah oleh Ade Yasin, sehingga dia meminta Ade meminta maaf kepada keluarga.

“Kalau dia terus menyerang, dia terus memfitnah, dia terus menyerang privasi Abah Surya Atmadja, tentu ini sudah masuk ke ranah pidana. Jadi kita minta dia (Ade Yasin) minta maaf. (Bila) ternyata tidak terbukti, maka gentleman juga Ade Yasin minta maaf ke keluarga ini karena tuduhan ini sangat keji,” ucapnya.https://d9c4aa80a1c87c20bacf0ca0c110a998.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

“Kalau dia juga masih memaksa, kita akan laporkan ke Mabes Polri sebagai bentuk tindakan fitnah dan mencemarkan nama baik. Jangan sampai ini fitnah yang ditebar luar biasa, ternyata dia cari panggung. Orang sudah minta maaf tapi terus diserang kayak begini,” ujar Mukhlis.

Untuk diketahui, Surya Atmadja menggelar acara di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (28/6). Dalam acara khitan anaknya itu, Surya Atmadja mengundang pedangdut Rhoma Irama.

Saat datang, Rhoma diminta menyanyikan beberapa lagu di sebuah panggung. Rhoma pun tampil dan warga menonton pedangdut tersebut. Bupati Bogor Ade Yasin mengaku marah dan kecewa atas acara tersebut.

“Tetapi pada hari H-nya (Minggu, 28/6) mereka tetap tampil. Ini juga, ya kita marah, kecewa juga, ya. Kenapa mereka melanggar komitmennya sendiri,” kata Ade Yasin di pendapa Bupati Bogor, Kompleks Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/6).

Hal ini Ade katakan bukan tanpa sebab. Dia mengatakan Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor sudah menginformasikan bahwa acara tersebut dilarang. Selain itu, lanjutnya, surat edaran tentang larangan menggelar acara sudah diberikan kepada pihak yang akan mengundang Rhoma Irama.

“Lalu tim sudah ke sana dan mereka (pemilik acara) tidak akan melaksanakan (acara), termasuk statement dari Rhoma Irama juga tidak akan melaksanakan (tampil di panggung). Jadi kita percaya itu. Jadi ya, kami kecewa dengan ketidakkomitmenan, baik penyelenggara maupun pengisi acara,” ungkapnya.

Terkait respons keluarga Surya Atmaja, detikcom sudah berupaya menghubungi Bupati Bogor Ade Yasin, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan. DETIK

Solidaritas Kader Muda Muhammadiyah mohonkan grasi buat Fadilah Supari

0

Koordinator Solidaritas Kader Muda Muhammadiyah Bebaskan Siti Fadilah Supari, Mukhlis Ramlan (tengah) bersama sejumlah kader muda Muhammadiyah saat “videocall” dengan staf khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, usai konferensi pers, di Jakarta, Senin (22/6), perihal rencana permohonan grasi. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)Ini panggilan kemanusiaan sebagai bagian tidak terpisahkan dari Ibunda Siti FadilahJakarta (ANTARA) – Aliansi Solidaritas Kader Muda Muhammadiyah Bebaskan Siti Fadilah Supari berencana mengajukan permohonan grasi untuk mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dengan pertimbangan kemanusiaan dan jasanya terhadap bangsa Indonesia.

“Ini panggilan kemanusiaan sebagai bagian tidak terpisahkan dari Ibunda Siti Fadilah. Bagaimana pun, beliau masuk kabinet jilid pertama SBY resmi bagian rekomendasi Muhammadiyah,” kata Koordinator Solidaritas Kader Muda Muhammadiyah Bebaskan Siti Fadilah Supari, Mukhlis Ramlan, di Jakarta, Senin malam.

Mukhlis didampingi sejumlah kader muda Muhammadiyah, seperti Bob Febrian sebagai pengurus PP Pemuda Muhammadiyah, Din Salahudin sebagai alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Angga Busra Lesmana.

Apalagi, kata dia, sejumlah tokoh sudah menyuarakan agar Siti Fadilah dibebaskan, seperti Fahri Hamzah hingga Deddy Corbuzier yang sempat mewawancarainya, sehingga kader-kader muda Muhammadiyah tidak mungkin berpangku tangan.

Mukhlis yang juga Wakil Presiden Forum Pengacara Kesatuan Tanah Air (Fakta) menjelaskan kader-kader muda Muhammadiyah tersebar dalam berbagai profesi, mulai peneliti hingga pengacara.

“Hari ini, kami beraliansi secara kultural, mengingat kader muda Muhammadiyah banyak sekali,” katanya.

Alasan permohonan grasi, kata dia, karena usia yang sudah sepuh, kondisi kesehatannya, serta dengan pengalaman dan keilmuannya yang bisa membantu bangsa Indonesia segera melewati pandemi COVID-19.

Semasa menjabat Menkes, lanjut dia, Siti Fadilah berpengalaman menghadapi pandemi flu burung dan berani berhadapan dengan WHO.

“Kami hormati putusan pengadilan, putusan majelis hakim yang memvonis beliau bersalah. Tetapi, ini soal kemanusiaan. Beliau juga punya berbagai macam mimpi agar bangsa keluar dari pandemi (COVID-19),” katanya pula.

Angga Busra Lesmana selaku kader muda Muhammadiyah yang juga Sekjen Fakta menyampaikan rencananya draf resmi permohonan grasi akan diserahkan kepada Presiden RI Joko Widodo pada Rabu (24/6) mendatang.

Bahkan, mereka telah berkomunikasi dengan salah satu staf khusus Presiden, yakni Diaz Hendropriyono mengenai pengajuan permohonan grasi terhadap Siti Fadilah.

“Kami mohonkan grasi, tolong ampuni, dan berikan ruang untuk berkreativitas. Beliau masih produktif dan bisa menjadi solusi bagi bangsa,” kata Angga yang pernah menjadi Ketua Umum Tapak Suci Putra Muhammadiyah Universitas Lampung itu pula.

Mantan Menkes Siti Fadilah Supari divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, 16 Juni 2017, serta diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan Siti terbukti menyalahgunakan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan yang menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp5,7 miliar.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah Diminta Perhatikan Keterwakilan Kaltim di Badan Otorita IKN

0

Presiden Joko Widodo telah menyebutkan empat nama kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. Pemilihan para kandidat tersebut disesalkan lantaran tidak ada putra daerah.

Aktivis pemuda Kaltim, Vico Januardi, mengatakan pola hubungan antara IKN dengan Provinsi Kaltim dan dengan Pemerintah Pusat di Jakarta harus dikelola oleh SDM berkualifikasi nasional secara kompetensi, integritas, kepemimpinan-manajerial, memiliki jangkauan komunikasi yang baik antara pusat dan daerah, serta mampu memahami sosial kultur masyarakat Kaltim atau tempat di mana IKN berada.

“Kami menyimak pernyataan Bapak Presiden Joko Widodo yang menominasikan beberapa nama untuk mengisi calon Kepala Badan Otoritas IKN, antara lain Direktur Pertamina Basuki Thahja Purnama atau Ahok, Menristek RI Bambang Brodjonegoro, dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas,” kata Vico, Senin (2/3/2020).

Dari pernyataan Presiden tersebut, lanjut Vico, secara eksplisit tidak ada nama figur yang berasal dari Kaltim.

“Tentunya kondisi ini dapat menimbulkan pertanyaan di dalam masyarakat apakah SDM Kaltim tidak layak masuk dalam nominasi? Bukan kah lokasi IKN ada di dalam wilayah provinsi Kaltim, dan selayaknya turut pula memperhatikan keterwakilan Kaltim sebagai Kepala Badan Otorita IKN,” jelasnya.

Koordinator Ikatan Alumni Pemuda Lemhanas RI Pemuda Kaltim, Muklis Ramlan, mengatakan proses dan pembentukan Badan Otorita Ibu Kota Nasional (IKN) yang ditetapkan melalui Perpres harus cermat dalam penentuan nama Kepala Badan Otorita.

Muklis menilai Kepala Badan Otorita IKN dan Struktur Badan Otorita IKN mengakomodasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltim, karena hal ini sangat penting mengingat lokasi IKN berada di Provinsi Kaltim.

Selain itu, RUU IKN belum diajukan kepada DPR, sehingga belum ada landasan hukum yang kuat terkait rencana IKN.

“Penting untuk dicermati bahwa penentuan Kepala Badan Otorita IKN akan menentukan keberhasilan transisi sejak dari sekarang tahun 2020 dan menuju Provinsi IKN definitif tahun 2024,” jelas Muklis, Senin (2/3/2020). (Antara)

IPAL Desak MKD Transparan dalam Kasus Pimpinan DPR RI

0

Ikatan Pemuda Alumni Lemhannas (IPAL) mendatangi Mahkamah Kehormatan DPR RI (MKD), Selasa (15/9). Diwakili Ketua IPAL RI, Mukhlis Ramlan, SH, IPAL menyampaikan beberapa poin aduan terkait hadirnya pimpinan DPR RI di acara Donald Trump.

Pertama, mereka mendesak kepada MKD agar segera dan transparan dalam memproses laporan pengaduan dugaan pelanggaraan etik yang dilakukan pimpinan DPR RI. Selain itu IPAL juga meminta MKD mengusut semua anggota yang turut hadir dalam acara tersebut

Selain itu IPAL juga meminta MKD agar meminta  kepada pimpinan dan anggota DPR RI yang ikut dalam kunjungan kerjaitu segera mengembalikan dana operasioanal biaya kunjungan kerja  karena diduga tidak sesuai peruntukannya. Tak hanya itu, IPAL juga meminta kepada MKD agar semantara waktu anggota DPR RI tidak melakukan kunjungan luar negeri.

Mukhlis Klaim Sudah Dua Kali Laporkan Adnan Pandu ke Polisi

0

Seorang pengusaha bernama Mukhlis Ramlan melaporkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja, ke Badan Reserse Polri atas tuduhan pemalsuan akta perusahaan tahun 2006. Mengapa Mukhlis baru melaporkan Adnan sembilan tahun kemudian? Seusai melaporkan Adnan ke Bareskrim, Sabtu (24/1/2015) siang, Mukhlis mengatakan bahwa dirinya pernah melaporkan Adnan ke Polres Berau, Kalimantan Timur, pada 2008 atau dua tahun setelah Adnan dituduh melakukan pemalsuan. Namun, polisi setempat tak menindaklanjuti secara serius laporan tersebut. “Tahun 2009 juga kami sudah melapor lagi. Tapi kembali tidak ada tanggapan. Saya rasa sekarang adalah momen yang tepat. Kami ke sini ingin mencari keadilan,” ujar dia. Mukhlis menampik tudingan bahwa laporan kepada Adnan adalah bentuk dari pelemahan institusi pemberantasan korupsi tersebut. Menurut dia, justru laporan tersebut untuk menyelamatkan KPK dari tangan mafia seperti Adnan (baca: Setelah Bambang Widjojanto, Giliran Adnan Pandu Praja Dilaporkan ke Polisi). “Saya ini orang yang melaporkan beberapa pejabat nakal di daerah ke KPK. Saya terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi, silakan dicek. Saya juga akrab dengan Johan Budi. Jadi kalau ada motif, enggak mungkinlah,” ujar dia. Didampingi kuasa hukumnya Angga Busra Lesmana, Mukhlis melaporkan Adnan dan Muhammad Indra Warga Dalem dengan nomor laporan TBL/48/I/2015/Bareskrim. Adnan dan Indra diadukan melakukan tindak pidana memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik serta turut serta melakukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 KUHP juncto Pasal 55 KUHP (baca: Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Diadukan Merampas Saham dan Aset). Tanda bukti laporan itu ditandatangani oleh Perwira Unit Siaga II Iptu Edy Wuryanto. KOMPAS